Perbedaan Ekonomi dulu dan sekarang

    Dunia perekonomian makin hari makin berubah menjadi suatu ekonomi yang modern, sebelum masuk ke penjabaran selanjutnya kita harus tahu dulu apa itu sistem ekonomi :


1. Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan suatu cara untuk mengatur dan mengontrol segala kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta, yang berdasarkan prinsip - prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran.


2. Macam - macam Sistem Ekonomi


2.1 Ekonomi Tradisional
 
 
Perekonomian tradisional adalah suatu sistem perekoomian yang terdapat pada kehidupan masyarakat yang masih memegang erat adat istiadat secara turun temurun, dan hasil alam adalah sumber utama perekonomiannya,  Didalam perekonomian ini, keluarga adalah yang bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen, sehingga setiap keluarga berusaha mencapai kebutuhannya masing - masing
      Adapun ciri-ciri sistem ekonomi tradisional sebagai berikut :
  1. Belum adanya pembagian kerja yang jelas dalam masyarakat.
  2. Pemenuhan kebutuhan dilaksanakan dengan sistem barter.
  3. Hasil produksi dan sistem distribusinya terbentuk karena kebiasaan (tradisi) yang berlaku.
  4. Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga.
  5. Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan.
  6. Tanah (alam) adalah sumber kehidupan dan sumber kemakmuran.
Perekonomian tradisional diatur dan dijalankan secara bersama dan untuk kepentingan bersama dalam suatu masyarakat. Perekonomian ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan perekonomian tradisional antara lain:
  1. Tidak terjadi persaingan karena semuanya dilakukan berdasarkan kebiasaan.
  2. Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan kelemahan dari perekonomian tradisional antara lain:
  1. Keterbatasan hasil produksi, sehingga masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan.
  2. Karena pengaruh tradisi, pola pikir masyarakat tidak berkembang.
  3. Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya.
  4. Kegiatan perekonomian yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan.
Seiring datangnya proses kemajuan dan perubahan peradaban manusia yang terus berkembang, perekonomian secara bertahap sudah mulai ditinggalkan. Namun, di beberapa daerah terpencil perekonomian ini masih berlaku. Walaupun terus tergeser dengan masuknya sistem ekonomi modern dan perubahan peradaban manusia.

2.2. Sistem Ekonomi Kapitalis (Pasar Bebas atau Liberal)

Sistem ekonomi pasar bebas mula-mula berkembang di Inggris pada pertengahan abad XIX. Dengan semboyan ”Laissez-Faire” yang berarti ”biarlah”, sistem ekonomi ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan dan mengatur sendiri kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kebebasan tersebut meliputi semua kegiatan pokok perekonomian seperti produksi, konsumsi, dan distribusi.
Dalam sistem ekonomi ini, harga ditentukan oleh kekuatan persaingan di pasar atau dengan kata lain masalah pokok ekonomi dipecahkan di pasar oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang disebut juga mekanisme pasar. Pelaku ekonomi pasar bebas mempunyai kebebasan gerak dalam perekonomian tanpa adanya campur tangan dan hambatan dari pemerintah. Sehingga sistem ekonomi pasar bebas disebut juga sistem ekonomi liberal. Negara yang menganut sistem ini, yaitu Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat (Inggris, Jerman, Perancis) serta Jepang.
Adapun ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis sebagai berikut.
  1. Semua alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan, masyarakat, atau perusahaan. Dengan demikian, masing-masing orang bebas mengalokasikan sumber daya yang dimiliki sesuai bakat, keahlian, dan keinginannya (free property).
  2. Adanya pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal. Kaum pekerja pada umumnya tergantung pada keberadaan pemilik modal. Para pemilik modal inilah yang mendirikan usaha dan menggerakkan perekonomian dalam sistem pasar bebas.
  3. Adanya persaingan antar pengusaha untuk memperoleh laba sebesar-besarnya (profit motive). Bagi para pengusaha, laba merupakan sumber pengumpulan (akumulasi) modal. Laba yang tinggi berarti membuka kesempatan untuk memperluas usaha.
  4. Pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam pasar, sehingga penentuan harga terjadi karena mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Campur tangan negara dibatasi pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan swasta namun menjadi syarat terselenggaranya pasar bebas, misalnya keamanan negara.
Sistem ekonomi pasar bebas memberikan keleluasaan terhadap masyarakat untuk menentukan dan mengatur sendiri kegiatan ekonomi yang akan mereka lakukan. Sebagai suatu sistem, ekonomi pasar bebas memiliki kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan sistem ekonomi liberal sebagai berikut.
  1. Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi.
  2. Inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat dikembangkan.
  3. Adanya persaingan produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu.
  4. Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.
Kelemahan sistem ekonomi kapitalis sebagai berikut.
  1. Kebebasan mudah disalahgunakan oleh pihak yang kuat dari segi ekonomi untuk memeras pihak yang lemah.
  2. Persaingan untuk merebut pasaran dapat mendorong terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan konglomerasi yang mengancam pengusaha lemah.
  3. Munculnya kesenjangan yang semakin besar antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah.
  4. Perekonomian mudah terguncang ketidakstabilan.
Sistem pasar bebas memang terkesan kejam untuk pihak yang lemah atau kalah dalam persaingan. Akan tetapi, sistem pasar bebas yang modern sudah mengurangi sebanyak mungkin kelemahannya. Adanya asas-asas demokrasi telah memperlunak pelaksanaan sistem pasar bebas. Pemerintah berperan melindungi masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan monopoli melalui undangundang antimonopoli. Selain itu, pemerintah memberi hak dan kebebasan kepada kaum buruh untuk mengorganisasi diri dan membela hak-haknya terhadap majikan. Untuk mengurangi ketimpangan pendapatan, pemerintah menerapkan sistem jaminan sosial bagi penduduk miskin.
  

Komentar